Minggu, 04 November 2012

Bagaimana Sistem Pendidikan Ketika Munculnya Mekanikal Parsial



oleh Endah Sriwahyuni pada 1 Oktober 2012 pukul 19:44 ·
Fungsi pendidik salah satunya adalah proses pembentukan pribadi yang artinya manusia pendidik merupakan sesuatu kegiatan yang sistematis dan sistemik yang terarah kepada terbentuknya peserta didik. Di Indonesia sendiri sudah menjadi suatu budaya ketika suatu hal tidak tercapai maka semua orang saling menyalahkansatu sama lain,dan ketika muncul mekanikal parsial maka system pendidikan berubah fungsi menjadi ajang menyalahkan antara pendidik, orang tua peserta didik serta peserta didik.  Sebagaimana seharusnya pendidik, orang tua peserta didik dan peserta didik harus saling intropeksi diri dan mengevaluasi kenapa hal seperti itu bisa terjadi.
Seperti yang kita lihat pada saat ini,mekanisme program-program pemerintah dalam dunia masih bersifat kuratif atau hanya sebagai jawaban dari permasalahan yang ada, dimana seharusnya bersifat preventif. Contohnya jika pemerintah menggalakkan kepada sekolah kejuruan untuk mencetak output yang bagus ketika kebijakan tersebut masih bersifat kuratif atau lambat, tentu saja masih jauh dari realitas dan terkesal asal-asalan, maka terciptalah output yang menyandang predikat pengangguran yang akan menjadi beban masyarakat

Pemecahan Masalah Pendidikan,analisis hubungan proses pengajaran dan pendidikan SD,SMP,SMA,dan Perguruan Tinggi



oleh Endah Sriwahyuni pada 16 September 2012 pukul 15:22 ·
Pemecahan masalah pendidikan

Pustekkom; Menyusun Alternatif Pemecahan Masalah Pendidikan

Media elektronik untuk pendidikan itu dirintis oleh Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (Pustekkom), lembaga yang berada di bawah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Ini untuk memberikan layanan siaran pendidikan berkualitas yang dapat menunjang tujuan pendidikan nasional.
Pustekkom seperti dijelaskan dalam milis lembaga ini mengemban misi yang berperan serta secara aktif untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan nasional dan pengembangan sumber daya manusia melalui pengembangan dan pendayagunaan teknologi komunikasi dan informasi. Visinya menjadi suatu lembaga unggulan (center of excellence) di bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pengembangan teknologi komunikasi dan informasi dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pustekkom bertujuan menyusun alternatif pemecahan masalah pendidikan melalui penerapan teknologi pendidikan dengan mendayagunakan teknologi komunikasi dan informasi dan menghasilkan berbagai model dan paket media pembelajaran untuk menunjang sistem pendidikan. Selain itu, menyediakan tenaga-tenaga ahli dan terampil dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi.
Tugasnya mengkaji, merancang, mengembangkan, menyebarluaskan, mengevaluasi, dan membina kegiatan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan jarak jauh/terbuka. Ini dalam rangka peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan di semua jalur, jenis, dan jenjang pendidikan sesuai dengan prinsip teknologi pendidikan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan Menteri Pendidikan Nasional.
Dalam melaksanakan program kerjanya, Pustekkom dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang cukup memadai, antara lain studio audio, studio video, studio multimedia, ruang penyajian, ruang pelatihan, perpustakaan cetak dan perpustakaan media, dan lain-lain.
Pelatihan selalu dilaksanakan baik dalam rangka peningkatan kemampuan SDM internal Pustekkom maupun memberikan pelatihan bagi pihak lain. Layanan konsultasi dan pelatihan bagi pihak luar antara lain dalam bidang pengembangan sistem pembelajaran, pengembangan bahan belajar mandiri, penulisan naskah dan produksi program audio, penulisan naskah dan produksi program video, penulisan naskah dan produksi program multimedia interaktif, pengembangan situs dan jaringan.
Hubungan Pendidikan dan Pengajaran                                          
Dalam arti sempit pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya.
Pendidik dalam rangka pengajaran dituntut untuk melakukan kegiatan yang bersifat edukatif dan ilmiah. Oleh karena itu, peran pendidik tidak hanya sebagai pengajar, tetapi sekaligus sebagai pembimbing yaitu sebagi wali yang memabantu anak didik mengatasi kesulitan dalam studynya dan pemecahan bagi permasalahan lainnya. Bila usaha-usaha selain pengajaran amat kurang dilakukan disekolah, kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna. Artinya, pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal.
Seperti yang kita lihat pada pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pengajaran yang diberikan disekolah atau oleh lembaga sekolah sudah memenuhi syarat pengajaran dan pembelajaran yang dicanangkan oleh pemerintah. Suasana pengajaran yang diberikan oleh pengajar melalui bermacam media seperti media elektronik sudah mempermudah peserta didik dalam proses pembelajaran. Sehingga pada zaman sekarang ini banyak peserta didik yang tidak merasa terbebani dengan segala tugas atau bahan pembelajaran yang diberikan oleh kurikulum pemerintah.
Kesimpulannya  pendidikan adalah pengajaran yang diselenggarakan umumnya di sekolah sebagai lembaga pendidikan dan dapat diketahui bahwa pengajaran hanyalah salah satu usaha yang hanya dilakukan melalui pendidikan dalam mendidik anak didiknya.

4 alasan mengapa pembelajaran sepanjang hayat masih digunakan



oleh Endah Sriwahyuni pada 8 September 2012 pukul 12:46 ·
Alasan-alasan pembelajaran seumur hidup

1. Alasan Keadilan
            Terselenggaranya PSH secara meluas di kalangan masyarakat dapat menciptakan iklim lingkungan yang memungkinkan terwujudnya keadilan sosial.Hinsen menunjukan konteks yang lebih luas yaitu dengan terselenggaranya PSH yang lebih baik akan membuka peluang bagi perkembangan nasional untuk mencapai tingkat persamaan internasional (Cropley: 33). Dalam hubungan ini Bowle mengemukakan statemen bahwa pada prinsipnya dapat mengeliminasi peranan sekolah sebagai alat untuk melestarikan ketidakadilan sosial (Cropley: 33).
            Contohnya: PSH lebih mengutamakan pembekalan sikap dan metode daripada isi pendidikan


2. Alasan Ekonomi
            Tidak dapat dipungkiri, alasan ekonomi merupakan alasan yang sangat vital dalam penyelenggaraan pendidikan. Apalagi di Negara sedang berkembang biaya untuk perluasan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan hampir-hampir tidak tertanggulangi. Di satu sisi tantangan untuk mengejar keterlambatan pembangunan dirasakan, sedangkan di sisi lain keterbatasan biaya dirasakan menjadi penghambat. tidak terkecuali di Negara yang sudah maju teknologinya, yaitu dengan munculnya kebutuhan untuk memacu kualitas pendidikan dan jenis-jenis pendidikan, dan mereka merasa berat beban biaya penyelenggaraan pendidikan tersebut. Dalam hubungannya dengan masalah tersebut PSH yang secara radikal mendasarkan diri pada konsep baru dalam pemrosesan pendidikan memiliki implikasi pembiayaan pendidikan yang lebih luas dan lebih longgar (Cropley: 35).
            Contohnya : PSH menempatkan kegiatan belajar sebagai bagian integral dari proses hidup yang berkesinambungan khususnya dalam ekonomi

3. Alasan Faktor Sosial
            Faktor yang berhubungan dengan perubahan peranan keluarga, remaja, dan emansipasi wanita dalam kaitannya dengan perkembangan iptek. Perkembangan iptek yang demikian pesat yang telah melanda negara maju dan negara-negara yang sedang berkembang memberi dampak yang besar terhadap terjadinya karena adanya perubahan-perubahan kehidupan sosial ekonomi dan nilai budaya. Seperti berubahnya corak pekerjaan, status dan peran adolesen versus kelompok dewasa, hubungan sosial pekerja dengan atasannya, khususnya bertambahnya usia harapan hidup dan menurunnya jumlah kematian bayi, dan yang tak kalah pentingnya ialah berubahnya sistem dalam peranan lembaga pendidikan.
Fungsi pendidikan yang seharusnya diperankan oleh keluarga, dan juga fungsi lainnya, seperti fungsi ekonomi, rekreasi dan lain-lain, lebih banyak diambil alih oleh lembaga-lembaga, organisasi-organisasi di luar lingkungan keluarga, khususnya oleh sekolah. Jika dahulu masa anak dan remaja diartikan sebagai masa belajar dalam dunia persekolahan, sedangkan dunia orang dewasa adalah dunia kerja, kini garis batas yang memisahkan kedua kelompok usia tersebut sedang menjadi kabur
            Contohnya: PSH menghilangkan tembok pemisah antara sekolah dengan lingkungan kehidupan nyata diluar sekolah.



4. Alasan Perkembangan Iptek
            Uraian sebelumnya telah menjelaskan betapa luasnya pengaruh perkembangan iptek dalam semua sektor pembangunan. Meskipun diakui bahwa pengaruh tersebut di dalam dunia pendidikan belum sejauh yang terjadi pada dunia pertanian, industri, transportasi, dan komunikasi. Namun invensinya didalam dunia pendidikan telah menggejala dalam banyak hal.
            Contohnya: dengan adanya teknologi yang makin canggih membuat orang dengan mudah mendapatkan informasi dengan cepat, misalnya handphone

Dimensi-Dimensi Hakikat Manusia



oleh Endah Sriwahyuni pada 3 September 2012 pukul 21:20 ·
Contoh Dimensi-Dimensi Hakikat Manusia
  1. Dimensi Individual
Dimensi individual adalah keperibadian seseorang  yang merupakan suatu keutuhan yang tidak dapat dibagi-bagi (indevide). Seorang pakar pendidikan M.J.Lavengeld mengatakan bahwa setiap orang memiliki individualitas,maksudnya dua anak kembar yang berasal dari satu telur yang lazim dikatakan seperti pinang dibelah dua dan sulit dibedakan satu dan yang lain hanya serupa tetapi tidak sama apalagi identik. hal ini berlaku pada sifat-sifat fisiknya maupun hidup kejiwaannya (kerohaniannya). Setiap individu bersifat unik (tidak ada tara dan bandingannya) dengan adanya individualitas itu setiap orang memiliki kehendak,perasaan,cita-cita, kecenderungan, semangat,dan daya tahan yang berbeda,dengan arti kata masing-masing ingin mempertahankan ciri-ciri khasnya sendiri,gambaran tersebut telah dikekemukakan oleh fancis galton seorang ahli biologi dan matematika inggris,dari hasil penelitiannya banyak pasangan kembar satu telur ternyata ternyata tidak sepasang pun yang identik atau sama sifat dan kepribadiannya.
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: seorang anak tidak mau dirinya diubah menjadi orang lain.
Pada keluarga: seorang anak tidak mau disamakan dengan kakak atau adiknya atau sudaranya yang lain.
Pada masyarakat: seseorang memunyai keunikan yang berbeda dengan orang lain yang tidak ingin disamakan dengan kata lain mempunya ciri khas tersendiri.
2. Dimensi Kesosialan
Setiap bayi yang lahir dikaruniai potensi sosialitas. Demikian kata M.J. Langeveld. Setiap anak dikaruniai benih kemungkinan untuk bergaul. Artinya, setiap orang dapat saling berkomunikasi yang pada hakikatnya didalamnya terkandung unsur saling memberi dan menerima. Adanya dimensi kesosialan pada diri manusia tampak lebih jelas pada dorongan untuk bergaul. Dengan adanya dorongan bergaul, setiap orang ingin bertemu dengan sesamanya. Manusia hanya menjadi manusia jika berada diantara manusia.
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: seseorang tidak bisa memilih-milih dalam berteman karena setiap orang pasti membutuhkan orang lain.
Pada keluarga: dengan senang hati membantu pekerjaan rumah.
Pada masyarakat: ikut serta dalam bakti sosial.
3. Dimensi kesusilaan
Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan lebih  tinggi. Akan tetapi dalm kehidupan bermasyarakat orang tidak cukup hanya berbuat yang pantas jika didalam yang pantas atau sopan  itu misalnya terkandung kejahatan terselubung. Dimensi kesusilaan disebut juga keputusan yang lebih tinggi.kesusilaan diartikan mencakup etika dan etiket.etika adalah (persoalan kebaikan )  sedangkan etiket adalah (persoalan kepantasan dan kesopanan ).
Contohnya antara lain:
Pada diri sendiri: menjaga sikap,harga diri dan martabat sebagai seorang manusia.
Pada keluarga: tata krama berbicara terhadap orang yang lebih tua.
Pada masyarakat: bertegur sapa,mengucapkan salam saat berpapasan dengan orang lain.
4. Dimensi keberagamaan
    Pada hakikatnya manusia adalah makhluk religius.beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang,agama menjadi sandaran vertikal manusia. dan Manusia adalah mahluk religius yang dianugerahi ajaran-ajaran yg dipercayainya yang didapatkan melalui bimbingan nabi demi kesehatan dan keselamatannya.Manusia sebagai mahluk beragama mempunyai kemampuan menghayati pengalaman diri dan dunianya menurut agama masing-masing. Pemahaman agama diperoleh melalui pelajaran agama, sembahyang, doa-doa maupun meditasi,komitmenaktif&praktekritual.
    Contohnya antara lain:
    Pada diri  sendiri: seseorang melaksanakan solat tepat pada waktunya.
    Pada keluarga: ayah sebagai pembimbing dalam mengarahkan keluarganya untuk melakukan solat berjamaah atau kegiatan agama lainnya.
    Pada masyarakat: seorang guru mengajar mengaji untuk orang lain yang membutuhkan bimbingannya.